
Pernah nggak sih lo lagi asik puff, tiba-tiba ada cairan panas muncrat ke lidah? Pahit, panas, dan bikin bad mood parah. Atau pas lagi santai naruh Pod di saku, eh pas diambil malah banjir lengket kemana-mana?
Dua masalah ini Spitback (muncrat) dan Leaking (bocor) adalah musuh bebuyutan vapers, apalagi di device AIO atau Pod modern. Banyak yang ngira device-nya rusak atau coil-nya produk gagal (zonk). Padahal, 90% kasus ini terjadi karena kesalahan teknis yang sering nggak disadari.
Tenang Bro, sebelum lo emosi dan buang cartridge lo, Vapertize bakal bedah tuntas kenapa “banjir” ini bisa terjadi dan gimana cara benerinnya tanpa harus ganti device baru. Simak baik-baik!
1. Masalah Klasik: “Overfilling” (Ngasinya Kelebihan, Bro!)
Mentang-mentang mau pergi seharian, lo isi liquid sampai luber ke bibir lubang fill port. Ini salah besar.
Setiap cartridge atau tank butuh sedikit ruang udara (vacuum pocket) untuk menjaga tekanan di dalam tetap stabil. Kalau lo isi sampai 100% penuh, tekanan udara hilang, dan liquid bakal terdorong paksa keluar lewat lubang airflow atau chimney tengah.
Solusi Vapertize:
- Isi liquid maksimal 80-90% dari kapasitas tangki.
- Jangan memencet botol liquid terlalu keras saat ngisi, santai aja biar nggak ada gelembung udara yang terjebak.

2. Salah Teknik Hisap (Inhale Technique)
Ini sering terjadi buat vapers yang baru beralih dari rokok konvensional. Rokok butuh hisapan kuat biar baranya nyala, tapi Vape itu beda mekanismenya.
Kalau lo hisap Pod terlalu kuat (hard pull), lo menarik liquid masuk ke coil lebih cepat daripada kemampuan kawat memanaskannya. Akibatnya? Liquid nggak sempat jadi uap, malah ketarik mentah-mentah ke mulut lo (Spitback) atau banjir ke bawah coil (Leaking).
Solusi Vapertize:
- Lakukan Slow & Long Drag. Hisap pelan tapi panjang (3-4 detik).
- Biarkan pemanas bekerja natural, jangan dipaksa hisap kayak sedot minuman boba.
3. Baterai Lemah Dipaksa Kerja (Underpowered)
Hukum Ohm sederhana: Saat baterai lo lowbat (di bawah 20%), daya yang dikirim ke coil jadi lemah.
Misal lo pakai coil 0.6 Ohm yang butuh 20 Watt, tapi karena baterai sekarat, mod cuma mampu ngasih 15 Watt. Hasilnya? Liquid tidak teruapkan sempurna. Sisa liquid yang gagal menguap ini akan menumpuk di coil, mendidih (bukan menguap), dan akhirnya popping meletup-letup ke mulut lo.
Solusi Vapertize:
- Cas device lo saat indikator baterai sudah merah atau sisa 20%.
- Jangan biasakan vaping sambil di-cas (pass-through), karena bikin baterai panas dan chipset nggak stabil.
4. Liquid Terlalu Encer (Salah Rasio PG/VG)
Balik lagi ke teknis liquid. Ingat, PG (Propylene Glycol) sifatnya encer seperti air, VG (Vegetable Glycerin) kental seperti minyak.
Di tahun 2025 ini, banyak device AIO/Pod yang punya lubang wicking besar. Kalau lo pakai liquid dengan PG terlalu tinggi (misal liquid Saltnic rasio 50:50) di coil resistensi rendah (0.15 – 0.3 Ohm) yang lubangnya gede, liquid bakal ngucur deras membanjiri kapas. Kapas nggak sanggup nahan, akhirnya leaking lewat airflow bawah.
Solusi Vapertize:
- Untuk Coil 0.15 – 0.4 Ohm (DTL): Gunakan Liquid Freebase (Rasio VG 70 / PG 30). Cek stok [Liquid Freebase Premium] kami.
- Untuk Coil 0.6 – 1.2 Ohm (MTL): Aman pakai Saltnic/Pods Friendly (Rasio VG 50 / PG 50).
5. Karet Seal Aus atau Cartridge “Tuwir”
Komponen karet (O-ring) di cartridge atau coil punya masa pakai. Kena panas terus menerus bikin karet memuai atau getas. Kalau seal ini udah nggak rapat, hukum vakum hilang, dan liquid pasti rembes keluar.
Solusi Vapertize:
- Cek kondisi karet di coil/cartridge. Kalau sudah melar, ganti baru.
- Idealnya, ganti cartridge setiap 7-10 hari sekali untuk menjaga higienitas dan performa seal.
FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan
Q: Bahaya nggak sih kalau liquid tertelan dikit pas spitback?
A: Secara umum, tertelan sedikit liquid (setetes-dua tetes) tidak fatal, tapi bisa bikin perut mual, pusing, atau cegukan karena kadar nikotin yang tinggi. Segera kumur air putih dan minum banyak air untuk menetralisir.
Q: Kenapa leaking sering terjadi pas di pesawat atau naik gunung?
A: Perubahan tekanan udara! Tekanan udara di ketinggian lebih rendah, bikin udara di dalam tangki pod memuai dan mendorong liquid keluar. Solusinya: Kosongkan tank sebelum naik pesawat atau simpan pod dalam posisi terbalik.
Q: Apa bedanya Kondensasi dan Leaking?
A: Kondensasi itu embun sisa uap yang menempel di dinding driptip/bawah cartridge (wajar). Leaking itu cairan liquid murni yang mengalir keluar dari tangki (masalah).
Udah cek 5 poin di atas tapi Pod lo masih “ngompol” juga? Fix, itu tandanya seal cartridge lo udah jebol atau coil lo udah waktunya pensiun, Bro. Mumpung lagi gajian, mending stok cadangan sekarang biar nggak zonk pas lagi nongkrong!
Belanja Kebutuhan Vape Aman & Original:
- 🛒 Stok Cartridge & Coil: Katalog Lengkap Vapertize
- 🆘 Konsultasi Masalah Teknis: Chat Vaporista kami di WhatsApp Vapertize.
- 🔥 Join Komunitas: Sharing tips bareng suhu lainnya di Vapertize Hub.
Disclaimer: Produk mengandung nikotin. Hanya untuk usia 18+. Not for sale to minors.









